Petenis putri Indonesia, Janice Tjen, mengaku bangga dapat membawa nama Indonesia dalam debutnya di Grand Slam lapangan rumput Wimbledon 2026 yang mulai bergulir pekan ini di All England Club, London.
“Sangat, sangat spesial untuk bisa main di Wimbledon pertama kali, dan juga membawa nama Indonesia di Wimbledon kali ini,” ujar Janice, dikutip dari laman resmi Wimbledon, Senin.
Janice dijadwalkan mengawali perjuangannya pada babak pertama dengan menghadapi unggulan ke-22 asal Kanada, Leylah Fernandez, pada Senin pukul 21.30 WIB.
Pertandingan tersebut menjadi pertemuan ketiga bagi kedua petenis. Menariknya, Janice memiliki rekor sempurna setelah memenangi dua pertemuan sebelumnya atas Fernandez.
Kemenangan pertama diraih pada babak pertama Australian Open 2026 dengan skor 6-2, 7-6(1). Sebulan kemudian, Janice kembali mengalahkan Fernandez pada Dubai Duty Free Tennis Championships dengan skor 7-6(5), 6-4, sehingga unggul 2-0 dalam catatan head-to-head.
Meski demikian, Fernandez masih lebih diunggulkan berdasarkan peringkat dunia. Petenis Kanada itu saat ini menempati peringkat ke-24 dunia, sedangkan Janice berada di posisi ke-42 dunia.
Sepanjang musim 2026, keduanya sama-sama belum meraih gelar di nomor tunggal. Namun, Janice tampil impresif di sektor ganda dengan mengoleksi dua gelar.
Petenis kelahiran Jakarta itu berhasil menjuarai WTA 250 Hobart bersama petenis Polandia, Katarzyna Piter, serta WTA 125 Birmingham bersama petenis Australia, Talia Gibson.
Laga babak pertama Wimbledon diperkirakan berlangsung sengit mengingat dua pertemuan sebelumnya selalu berjalan ketat dan diwarnai tie-break.
Selain tampil di nomor tunggal, Janice juga akan berlaga di sektor ganda bersama rekan senegaranya, Aldila Sutjiadi.
Pasangan Janice/Aldila dijadwalkan menghadapi pasangan tuan rumah Harriet Dart/Maia Lumsden pada babak pertama Wimbledon yang berlangsung Kamis (2/7).
Janice juga bertekad melanjutkan performa positifnya setelah musim lalu sukses menjuarai WTA 125 Suzhou di China dan WTA 250 Chennai di India.
