Bantul — PT Jasa Raharja Kanwil D.I. Yogyakarta melaksanakan kegiatan Penanganan Pertama Kegawatdaruratan (PPGD) sekaligus sosialisasi mengenai pelayanan Jasa Raharja di Kalurahan Pendoharjo, Bantul, Rabu (2/9). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan, khususnya ketika terjadi kecelakaan lalu lintas.
Kegiatan PPGD tersebut ditujukan kepada Karang Taruna serta Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Bantul. Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan edukasi mengenai penanganan awal terhadap korban yang mengalami kecelakaan lalu lintas di wilayah Bantul. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu peserta mengambil langkah penanganan yang tepat sebelum korban mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Selain materi PPGD, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi mengenai pelayanan Jasa Raharja kepada para peserta. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai peran Jasa Raharja dalam memberikan pelayanan kepada korban kecelakaan lalu lintas serta mendukung kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat.
Kegiatan tersebut diikuti oleh Frenki Sahat Parulian selaku Kasubag Administrasi Santunan Jasa Raharja, Winda dari PSC 119, Sigit sebagai perwakilan Kalurahan Pendoharjo, serta sekitar 20 peserta yang terdiri dari Karang Taruna dan relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Bantul.
Melalui kegiatan PPGD dan sosialisasi ini, Jasa Raharja berharap pengetahuan yang diperoleh para peserta dapat diterapkan ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan akibat kecelakaan lalu lintas. Para peserta juga diharapkan dapat meneruskan edukasi tersebut kepada masyarakat di wilayah Bantul, sehingga pengetahuan mengenai penanganan awal korban kecelakaan dapat semakin luas dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Kegiatan Penanganan Pertama Kegawatdaruratan (PPGD) ini merupakan salah satu upaya Jasa Raharja untuk memberikan edukasi dan keterampilan dasar kepada masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan, khususnya ketika terjadi kecelakaan lalu lintas. Kami berharap peserta, terutama Karang Taruna dan relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Bantul, dapat memahami langkah-langkah penanganan awal yang tepat sebelum korban mendapatkan pertolongan lebih lanjut,” ujar Frenki Sahat Parulian, Kasubag Administrasi Santunan Jasa Raharja.
Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan edukasi dan pelatihan mengenai penanganan awal terhadap korban kecelakaan lalu lintas. Selain PPGD, Jasa Raharja juga memberikan sosialisasi mengenai pelayanan Jasa Raharja agar peserta memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pelayanan yang diberikan kepada korban kecelakaan lalu lintas. Pengetahuan tersebut diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi peserta, tetapi juga dapat diteruskan kepada masyarakat di wilayah Bantul.
“Kami berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh dalam kegiatan ini dapat diterapkan ketika masyarakat menghadapi kondisi kegawatdaruratan akibat kecelakaan lalu lintas. Para peserta juga diharapkan dapat menyosialisasikan kembali pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat di lingkungan masing-masing, sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki kesiapan dalam memberikan penanganan awal kepada korban kecelakaan,” tambah Frenki.Bantul — PT Jasa Raharja Kanwil D.I. Yogyakarta melaksanakan kegiatan Penanganan Pertama Kegawatdaruratan (PPGD) sekaligus sosialisasi mengenai pelayanan Jasa Raharja di Kalurahan Pendoharjo, Bantul, Rabu (2/9). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan, khususnya ketika terjadi kecelakaan lalu lintas.
Kegiatan PPGD tersebut ditujukan kepada Karang Taruna serta Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Bantul. Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan edukasi mengenai penanganan awal terhadap korban yang mengalami kecelakaan lalu lintas di wilayah Bantul. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu peserta mengambil langkah penanganan yang tepat sebelum korban mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Selain materi PPGD, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi mengenai pelayanan Jasa Raharja kepada para peserta. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai peran Jasa Raharja dalam memberikan pelayanan kepada korban kecelakaan lalu lintas serta mendukung kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat.
Kegiatan tersebut diikuti oleh Frenki Sahat Parulian selaku Kasubag Administrasi Santunan Jasa Raharja, Winda dari PSC 119, Sigit sebagai perwakilan Kalurahan Pendoharjo, serta sekitar 20 peserta yang terdiri dari Karang Taruna dan relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Bantul.
Melalui kegiatan PPGD dan sosialisasi ini, Jasa Raharja berharap pengetahuan yang diperoleh para peserta dapat diterapkan ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan akibat kecelakaan lalu lintas. Para peserta juga diharapkan dapat meneruskan edukasi tersebut kepada masyarakat di wilayah Bantul, sehingga pengetahuan mengenai penanganan awal korban kecelakaan dapat semakin luas dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Kegiatan Penanganan Pertama Kegawatdaruratan (PPGD) ini merupakan salah satu upaya Jasa Raharja untuk memberikan edukasi dan keterampilan dasar kepada masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan, khususnya ketika terjadi kecelakaan lalu lintas. Kami berharap peserta, terutama Karang Taruna dan relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Bantul, dapat memahami langkah-langkah penanganan awal yang tepat sebelum korban mendapatkan pertolongan lebih lanjut,” ujar Frenki Sahat Parulian, Kasubag Administrasi Santunan Jasa Raharja.
Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan edukasi dan pelatihan mengenai penanganan awal terhadap korban kecelakaan lalu lintas. Selain PPGD, Jasa Raharja juga memberikan sosialisasi mengenai pelayanan Jasa Raharja agar peserta memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pelayanan yang diberikan kepada korban kecelakaan lalu lintas. Pengetahuan tersebut diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi peserta, tetapi juga dapat diteruskan kepada masyarakat di wilayah Bantul.
“Kami berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh dalam kegiatan ini dapat diterapkan ketika masyarakat menghadapi kondisi kegawatdaruratan akibat kecelakaan lalu lintas. Para peserta juga diharapkan dapat menyosialisasikan kembali pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat di lingkungan masing-masing, sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki kesiapan dalam memberikan penanganan awal kepada korban kecelakaan,” tambah Frenki.
