Momentum HUT TNI, Legislator Dorong Peningkatan Keamanan Warga Papua

Momentum HUT TNI, Legislator Dorong Peningkatan Keamanan Warga Papua

Anggota Komisi I DPR RI Nurul Arifin menegaskan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI pada Senin (5/10/2026) harus dijadikan momentum krusial untuk memperkuat stabilitas keamanan serta perlindungan masyarakat di Tanah Papua. Imbauan ini disampaikan menyusul eskalasi kontak tembak antara prajurit TNI dan kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Papua belakangan ini.

Nurul menilai kekuatan institusi TNI tidak hanya diukur dari ketangguhan menghadapi ancaman pertahanan, tetapi juga dari sejauh mana TNI mampu memberikan rasa aman bagi warga sipil.

“Di Papua, keamanan dan pembangunan harus berjalan beriringan agar masyarakat dapat hidup dengan tenang dan pembangunan terus berlangsung,” ujar Nurul Arifin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (5/10/2026).

Sinergi Keamanan Terukur dan Pembangunan Kesejahteraan

Politisi Partai Golkar tersebut menggarisbawahi bahwa penanganan isu keamanan di Papua memerlukan strategi yang profesional, terukur, dan mengedepankan aspek perlindungan hak asasi manusia (HAM). Penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata harus tetap menghormati keselamatan masyarakat sipil.

Menurut Nurul, penyelesaian konflik Papua tidak akan efektif jika hanya mengandalkan pendekatan militer semata (security approach).

Poin-poin prioritas yang didorong nurul arifin hut tni keamanan papua meliputi:

  • Penegakan Hukum Terukur: Penindakan terhadap kelompok bersenjata yang memprioritaskan keselamatan warga sipil.
  • Integrasi Pendekatan Kesejahteraan: Penjagaan stabilitas yang dibarengi dengan percepatan pembangunan infrastruktur, akses pelayanan publik, serta pendidikan anak-anak di Papua.
  • Penguatan Kepercayaan Publik: TNI diminta terus menjaga profesionalisme serta makin menyatu dengan rakyat sebagai pengayom dan pelindung.

“Yang kita harapkan adalah terciptanya Papua yang aman sehingga masyarakat bisa menjalankan aktivitas, anak-anak bisa bersekolah dan pembangunan bisa berjalan. Karena itu, pendekatan keamanan harus berjalan bersama pendekatan pembangunan dan kesejahteraan,” tegasnya.

Dua Pimpinan OPM Tewas dalam Kontak Tembak di Maybrat

Isu keamanan di Papua kembali mengemuka setelah terjadi baku tembak antara aparat TNI dan kelompok bersenjata OPM di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, pada Sabtu (3/10/2026).

Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto, mengonfirmasi bahwa dua pimpinan OPM tewas dalam kontak senjata tersebut. Kedua pimpinan yang tewas adalah Arso Aisnak (Komandan Komando Wilayah Pertahanan II TPNPB-OPM Kodap IV Sorong Raya) dan Yohanes KY (Komandan Batalyon TPNPB-OPM Karef Hamit Kodap IV Sorong Raya).