Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI 2026, Netty Prasetiyani Aher, menyoroti pentingnya aspek istitha’ah kesehatan dalam penyelenggaraan ibadah haji setelah menemukan banyak jemaah Indonesia yang masuk kategori berisiko tinggi selama pelaksanaan haji 2026.
Netty mengapresiasi kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, namun menilai masih terdapat sejumlah catatan yang perlu menjadi perhatian pemerintah, khususnya terkait kemampuan kesehatan calon jemaah sebelum keberangkatan. Menurutnya, istitha’ah haji tidak hanya berkaitan dengan kemampuan finansial, tetapi juga kesiapan fisik dan kesehatan untuk menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Berdasarkan hasil pengawasan di lapangan, Netty menemukan banyak jemaah lanjut usia yang memiliki penyakit kronis dan faktor risiko kesehatan tinggi. Bahkan, terdapat jemaah yang diketahui menderita kanker stadium akhir. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan tersendiri mengingat keterbatasan petugas kesehatan serta beratnya aktivitas ibadah di tengah cuaca ekstrem Arab Saudi.
Ia menjelaskan bahwa rangkaian ibadah puncak haji, terutama saat wukuf di Arafah, membutuhkan stamina yang kuat. Sejumlah jemaah lansia dan berpenyakit kronis bahkan memerlukan bantuan mobilisasi khusus, termasuk penggunaan ambulans dari pemondokan menuju lokasi ibadah.
Karena itu, Netty mendorong pemerintah untuk memperketat skrining kesehatan calon jemaah haji sebagai bagian dari pemenuhan syarat istitha’ah. Menurutnya, evaluasi aspek kesehatan perlu menjadi perhatian serius agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan optimal.
