Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Jaya mencatat luas kebakaran lahan di wilayahnya mencapai lebih dari 20 hektare sepanjang Januari hingga Maret 2026. Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terutama saat kondisi cuaca panas.
Kepala Pelaksana BPBK Aceh Jaya, AG Suhadi, mengatakan bahwa potensi kebakaran meningkat akibat suhu siang hari yang tinggi sehingga lahan mudah terbakar.
“Kita selalu mengimbau agar warga untuk tidak membakar lahan, apalagi saat ini cuaca siang hari sangat panas sehingga sangat mudah terbakar,” ujar AG Suhadi di Aceh Jaya, Rabu (21/4/2026).
Ia mengungkapkan, selama triwulan pertama 2026 terjadi 22 kasus kebakaran lahan dengan total luas mencapai sekitar 20 hektare. Rinciannya, delapan kejadian pada Januari dengan luas 0,69 hektare, enam kejadian pada Februari seluas 18,1 hektare, serta delapan kejadian pada Maret dengan luas 1,49 hektare.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah agar masyarakat, khususnya petani, lebih berhati-hati dalam membuka lahan.
“Ini menjadi catatan kita agar ke depan warga, khususnya petani, untuk lebih berhati-hati saat membuka lahan,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Aceh Jaya, Zulfa Renaldo, menegaskan pihak kepolisian turut mendukung upaya pencegahan dengan membentuk komunitas masyarakat peduli api. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dari risiko kebakaran.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat melalui sosialisasi serta kampanye pencegahan kebakaran lahan.
“Dengan terbentuknya komunitas ini, masyarakat diharapkan lebih memahami dan tidak lagi membuka lahan dengan cara dibakar,” ujarnya.
Kapolres juga mengingatkan bahwa praktik pembakaran lahan tidak hanya berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan, tetapi juga memiliki konsekuensi hukum yang serius.
“Mari kita jaga lingkungan bersama, karena dampak kebakaran tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga masyarakat luas. Jika menemukan titik api atau potensi kebakaran, segera laporkan kepada aparat terdekat agar dapat ditangani dengan cepat,” tutupnya.
