Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah tajam pada perdagangan Senin (18/5/2026). Setelah libur panjang, pergerakan IHSG langsung berada di zona merah dan terus mengalami tekanan sejak awal sesi perdagangan.
Berdasarkan data RTI pada pukul 09.13 WIB, IHSG turun 165,385 poin atau setara 2,44 persen ke level 6.564. Pada awal perdagangan, IHSG sempat dibuka di posisi 6.628.
IHSG tercatat bergerak pada rentang level terendah 6.547 dan level tertinggi 6.631. Sementara itu, total volume saham yang diperdagangkan mencapai 5,571 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp3,301 triliun.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 112 saham mengalami penguatan, sedangkan 522 saham melemah dan 96 saham lainnya bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp11,496 triliun dengan frekuensi perdagangan mencapai 473.329 kali transaksi.
Tekanan terhadap IHSG dipengaruhi sejumlah sentimen negatif, salah satunya keluarnya beberapa saham Indonesia dari indeks MSCI Global Standard Index dan MSCI Global Small Cap Index dalam hasil review kuartalan MSCI Mei 2026.
Kepala Analis Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, sebelumnya menyebut keputusan MSCI tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong pelemahan pasar saham domestik.
“Dikeluarkannya beberapa saham dari daftar indeks MSCI Global Standards Index dan MSCI Global Small Cap Index pada pengumuman review kuartalan Mei 2026 telah menjadi faktor negatif yang mendorong pelemahan indeks,” ujar Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.
Meski demikian, Ratna menilai tekanan pasar masih relatif terbatas karena potensi arus dana asing keluar atau foreign outflow diperkirakan tidak sebesar proyeksi sebelumnya. Investor juga dinilai masih optimistis terhadap posisi Indonesia sebagai bagian dari emerging market.
Selain itu, sebagian pelaku pasar disebut telah lebih dahulu mengantisipasi keputusan MSCI tersebut sehingga dampaknya dinilai tidak terlalu mengejutkan.
Di sisi lain, pernyataan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turut membantu menahan tekanan pasar. OJK menjelaskan bahwa tidak seluruh saham yang keluar dari MSCI Global Small Cap Index disebabkan penurunan kinerja perusahaan maupun melemahnya kapitalisasi pasar.
Sebagian emiten justru dinilai mengalami peningkatan kapitalisasi pasar sehingga berpotensi masuk ke kelompok indeks yang lebih tinggi. Namun, perpindahan tersebut masih tertahan akibat kebijakan pembekuan sementara atau freeze dari MSCI.
Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG masih berpotensi menguji level 6.700 hingga 6.650 pada perdagangan pekan depan seiring perkembangan sentimen global dan arus investasi asing di pasar modal Indonesia.
