Rob Ancam Sejumlah Wilayah Pantura Jateng Mulai Tengah Hari

Rob Ancam Sejumlah Wilayah Pantura Jateng Mulai Tengah Hari

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi di perairan selatan dan utara Jawa Tengah serta ancaman banjir air laut pasang atau rob di sejumlah wilayah Pantai Utara (Pantura), Sabtu (23/5/2026).

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Retna Swasti Karini, mengatakan gelombang tinggi dan rob diperkirakan masih terjadi pada siang hingga sore hari.

“Waspadai gelombang tinggi di perairan Jawa Tengah dan juga banjir di sejumlah daerah di Pantura akibat rob yang masih berlangsung pukul 12.00–16.00 WIB,” kata Retna.

BMKG memprakirakan tinggi gelombang di perairan selatan Jawa Tengah mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. Sementara itu, gelombang di perairan utara Jawa Tengah diperkirakan berkisar antara 1 hingga 1,25 meter.

Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap aktivitas pelayaran, terutama bagi kapal nelayan, tongkang, serta kapal angkutan barang dan penumpang, khususnya saat kecepatan angin melampaui 15 knot.

Selain ancaman gelombang tinggi, BMKG juga mengingatkan potensi banjir rob akibat air laut pasang dengan ketinggian maksimum mencapai satu meter di sejumlah wilayah Pantura Jawa Tengah.

Retna menjelaskan banjir rob diperkirakan berdampak di sejumlah daerah seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, dan Pati.

Banjir rob tidak hanya berpotensi merendam permukiman warga, sawah, tambak, pasar, dan akses jalan, tetapi juga diperkirakan mengganggu aktivitas masyarakat seperti transportasi, kegiatan bongkar muat di pelabuhan, budidaya perikanan darat, hingga usaha petani garam.

BMKG mengimbau masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas kelautan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan dampak banjir rob yang masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan.