Pemegang tiga sabuk juara dunia kelas berat ringan versi WBA, IBF, dan WBO, Dmitry Bivol akan kembali naik ring menghadapi petinju asal Jerman, Michael Eifert di Yekaterinburg, Rusia, pada 30 Mei 2026.
Dalam pernyataannya, World Boxing Association (WBA) menyebut Bivol memasuki laga tersebut dengan status sebagai salah satu juara tinju paling dominan di dunia saat ini.
“Bivol memasuki pertarungan penyatuan gelar dengan posisi yang kokoh sebagai salah satu juara tinju paling dominan di dunia,” tulis WBA dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Jumat.
Pada pertarungan terakhirnya, Bivol sukses membalas satu-satunya kekalahan dalam karier profesionalnya setelah mengalahkan Artur Beterbiev dalam duel ulang pada Februari 2025.
Kemenangan tersebut membuat Bivol sempat menyandang status juara dunia tak terbantahkan dengan menguasai empat sabuk utama WBA, WBC, IBF, dan WBO. Rekornya pun meningkat menjadi 24 kemenangan, termasuk 12 kemenangan knockout (KO), dan satu kekalahan.
Namun, petinju asal Rusia itu kemudian melepaskan sabuk WBC sehingga kini berstatus sebagai unified champion dengan tiga gelar utama WBA, IBF, dan WBO di kelas berat ringan 79,3 kilogram atau 175 pon.
Bivol dikenal memiliki teknik bertarung yang sangat disiplin dengan kombinasi ketepatan pukulan, kekuatan, dan pergerakan kaki yang sulit ditebak lawan. Kemampuannya mengontrol ritme pertandingan membuat banyak lawan kesulitan menemukan celah untuk menyerang.
Pertarungan melawan Michael Eifert menjadi kesempatan bagi Bivol untuk semakin memperkuat dominasinya di divisi kelas berat ringan sekaligus mempertahankan statusnya sebagai salah satu petinju elite dunia.
Di sisi lain, Eifert datang sebagai penantang berbahaya dengan status juara dunia sementara IBF kelas berat ringan.
Petinju asal Jerman tersebut memiliki catatan 13 kemenangan, lima di antaranya melalui KO, serta satu kekalahan sepanjang karier profesionalnya.
Eifert dikenal sebagai petarung dengan gaya agresif namun tetap disiplin secara taktik. Ia mengandalkan volume pukulan yang tinggi serta tekanan konstan untuk merusak ritme lawan.
Menghadapi salah satu petinju defensif terbaik dunia, Eifert diperkirakan akan mencoba menekan sejak ronde awal dengan membatasi ruang gerak Bivol dan menyerang area tubuh untuk memperlambat mobilitas sang juara.
Laga ini diprediksi menjadi salah satu duel menarik di kelas berat ringan karena mempertemukan juara dominan dengan penantang yang tengah berambisi mencetak kejutan besar dalam kariernya.
