Menteri PU Dorong Pembangunan IPA Baja SPAM Karang Baru demi Kebutuhan Air

Menteri PU Dorong Pembangunan IPA Baja SPAM Karang Baru demi Kebutuhan Air

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baja pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karang Baru di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, terus berjalan sesuai target. Proyek tersebut diharapkan mampu menjamin keberlanjutan pasokan air bersih bagi masyarakat sekaligus memperkuat layanan air minum pascabencana.

Dody menegaskan aspek paling penting dalam pembangunan SPAM Karang Baru adalah memastikan keberlanjutan sumber air baku atau intake agar sistem dapat beroperasi secara optimal sepanjang tahun, termasuk saat debit sungai menurun pada musim kemarau.

“Pembangunan IPA baja saat ini sudah berproses. Namun kita harus memastikan sumbernya atau intake-nya memang terjaga. Sekarang kondisi sungainya memang sedang tinggi, tapi harus dicek juga saat kondisi kering apakah debitnya masih mencukupi,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Pembangunan IPA baja tersebut merupakan bagian dari paket Penanganan SPAM Pascabencana di Kabupaten Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, dan Gayo Lues dengan nilai kontrak mencapai Rp277,97 miliar.

Proyek ini dikerjakan oleh Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Aceh, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PU dengan kontraktor pelaksana PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Adapun ruang lingkup pembangunan SPAM Karang Baru meliputi pembangunan IPA baja, bangunan intake, bangunan pendukung compact, infrastruktur kawasan, hingga sistem pendukung berupa jaringan perpipaan distribusi air.

Dalam rencana pengembangannya, kawasan SPAM juga akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti ruang komunal, area parkir, serta terintegrasi dengan fasilitas yang telah ada, antara lain IPA beton, IPA baja eksisting, dan reservoir beton.

Dody menilai progres pembangunan saat ini masih berada pada jalur yang sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Meski demikian, sejumlah penyempurnaan teknis masih perlu dilakukan, termasuk pembangunan pintu air yang akan menyusul pada tahap berikutnya.

“Progresnya saya pikir sudah baik, sudah sesuai dengan jadwal awalnya. Tinggal kita pastikan beberapa hal teknis, termasuk nanti pembangunan pintu air yang menyusul. Karena tantangannya sekarang menentukan titik-titik terendah dengan kondisi morfologi sungai yang sudah sangat berubah,” katanya.

Melalui pembangunan SPAM Karang Baru, pemerintah berharap ketahanan layanan air minum di Aceh Tamiang dapat semakin kuat, terutama dalam mendukung kebutuhan masyarakat serta fasilitas layanan dasar.

“Yang paling penting minimum suplai air tidak terganggu, terutama untuk layanan dasar seperti rumah sakit. Nanti juga akan disiapkan sambungan rumah secara bertahap dengan jumlah sekitar 10.000 kepala keluarga,” ujar Dody.