Harga emas dunia mencatat kenaikan pada Jumat, 6 Maret 2026. Kenaikan ini dipicu oleh pelemahan dolar Amerika Serikat setelah laporan data ketenagakerjaan AS menunjukkan hasil yang lebih buruk dari perkiraan.
Dilansir dari Investing.com pada Sabtu, 7 Maret 2026, harga emas spot naik sebesar 1,6 persen menjadi USD5.162,42 per ons. Sementara itu, harga emas berjangka juga meningkat 1,8 persen menjadi USD5.170,14 per ons.
Sepanjang pekan ini, emas dan dolar AS bergerak dalam pola tarik-ulur. Investor cenderung beralih ke aset safe-haven di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Meski mengalami kenaikan pada akhir pekan, harga emas spot masih berada di jalur penurunan mingguan sekitar 2,2 persen. Di sisi lain, dolar AS diperkirakan menguat sekitar 1,4 persen selama sepekan terakhir.
Konflik Timur Tengah Sempat Dorong Harga Emas Melonjak
Ahli strategi pasar senior untuk Amerika Utara di World Gold Council, Joseph Cavatoni, mengatakan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah sempat mendorong lonjakan harga emas secara tajam di awal pekan.
Harga emas bahkan sempat menembus level USD5.400 per ons karena investor mencari aset yang dianggap lebih aman.
Namun, setelah pasar mulai mencerna perkembangan situasi geopolitik dan dolar AS kembali menguat, sebagian premi risiko tersebut mulai mereda.
Cavatoni menjelaskan bahwa dalam kondisi tekanan geopolitik, emas dan dolar sering kali bergantian menjadi aset safe-haven bagi investor.
Ketika dolar menguat, harga emas biasanya menghadapi tekanan dalam jangka pendek. Meski demikian, risiko global yang tinggi masih menjadi faktor pendukung bagi harga emas.
Data Pekerjaan AS Melemah Tekan Dolar
Data ekonomi terbaru menunjukkan bahwa lapangan kerja non-pertanian di Amerika Serikat secara tak terduga turun sebesar 92 ribu pekerjaan pada Februari 2026.
Angka tersebut jauh dari perkiraan ekonom yang sebelumnya memperkirakan adanya penambahan sekitar 58 ribu pekerjaan.
Selain itu, data Januari juga direvisi turun menjadi 126 ribu dari sebelumnya 130 ribu pekerjaan.
Tingkat pengangguran AS turut meningkat menjadi 4,4 persen, lebih tinggi dari perkiraan pasar yang memprediksi angka tersebut tetap di level 4,3 persen.
Laporan pasar tenaga kerja yang melemah ini membuat Indeks Dolar AS turun sekitar 0,4 persen karena investor mulai memperkirakan kemungkinan Federal Reserve memangkas suku bunga dalam waktu dekat.
Lonjakan Harga Minyak Picu Kekhawatiran Inflasi Global
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga berdampak pada lonjakan harga minyak dunia. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi global.
Serangan rudal dan serangan balasan yang terjadi di wilayah tersebut meningkatkan risiko terhadap infrastruktur energi serta jalur pelayaran utama di kawasan Teluk.
Lonjakan harga minyak ini memicu kekhawatiran munculnya gelombang inflasi global baru.
Situasi tersebut dapat menyulitkan bank sentral dunia, termasuk Federal Reserve, dalam menentukan kebijakan suku bunga ke depan.
Harga energi yang tinggi biasanya mendorong inflasi sehingga bank sentral bisa menjadi lebih berhati-hati dalam memangkas suku bunga.
Pergerakan Logam Mulia Lainnya
Selain emas, beberapa logam mulia lainnya juga mencatat kenaikan harga.
Harga perak naik 2,6 persen menjadi USD84,4210 per ons, sedangkan platinum meningkat 0,9 persen menjadi USD2.147,95 per ons.
Sementara itu, harga tembaga menunjukkan pergerakan yang beragam. Harga tembaga acuan di London Metal Exchange (LME) turun 1,2 persen menjadi USD12.902,00 per ton.
Sebaliknya, harga tembaga berjangka di Amerika Serikat naik 0,5 persen menjadi USD5,8348 per pon.
Data LME juga menunjukkan bahwa stok tembaga melonjak hampir delapan persen dan mencapai level tertinggi dalam 16 bulan terakhir.
Analis dari ING menyebutkan bahwa lonjakan persediaan tersebut terjadi karena arus masuk logam yang kuat ke gudang LME akibat perubahan insentif harga regional.
Perubahan struktur harga ini membuat aliran tembaga kembali bergeser ke stok bursa global setelah sebelumnya banyak mengalir ke gudang di Amerika Serikat.
