Stasiun Geofisika Kendari mencatat sebanyak 119 kejadian gempa bumi mengguncang wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara dan sekitarnya sepanjang April 2026. Aktivitas seismik di kawasan tersebut didominasi gempa berkekuatan kecil dengan kedalaman dangkal.
Tim Operasional Stasiun Geofisika Kendari menyampaikan bahwa magnitudo gempa yang terjadi berkisar antara M1,4 hingga M3,5.
“Pada periode April 2026, telah terjadi 119 kejadian gempa bumi di wilayah Sulawesi Tenggara dan sekitarnya dengan magnitudo tercatat antara M1,4 hingga M3,5,” kata tim operasional, Rabu, 6 Mei 2026.
Berdasarkan data kedalaman, seluruh gempa tersebut tergolong dangkal, berada pada rentang 2 hingga 27 kilometer di bawah permukaan tanah.
Selain itu, tercatat sebanyak 11 kejadian gempa signifikan yang getarannya dirasakan langsung oleh masyarakat. Intensitas guncangan berada pada skala II hingga IV Modified Mercalli Intensity (MMI).
Wilayah yang merasakan guncangan meliputi Kota Kendari, Kabupaten Kolaka Timur, Kolaka, Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan, Muna, Buton Utara, Buton Selatan, hingga Kabupaten Wakatobi.
Menanggapi kondisi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Stasiun Geofisika Kendari mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Masyarakat juga diminta mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat serta memahami langkah keselamatan saat terjadi gempa, salah satunya dengan menerapkan metode Drop, Cover, dan Hold On ketika berada di dalam ruangan.
