Gunung Ibu dan Dukono Erupsi Bersamaan, Wilayah Halmahera Diselimuti Abu Vulkanik

Gunung Ibu dan Dukono Erupsi Bersamaan, Wilayah Halmahera Diselimuti Abu Vulkanik

Wilayah Halmahera, Maluku Utara, saat ini dikepung oleh sebaran abu vulkanik dari aktivitas dua gunung berapi sekaligus, yaitu Gunung Ibu dan Gunung Dukono. Kondisi tersebut teramati langsung melalui analisis citra satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Senin pagi, 21 September 2026.

Berdasarkan analisis citra satelit RGB Himawari-9 yang dirilis pukul 07.00 WIB, paparan debu vulkanik dari Gunung Ibu teramati bergerak tajam ke arah tenggara. Dampak dari sebaran abu vulkanik ini mencakup sebagian wilayah Kabupaten Halmahera Barat serta Kabupaten Halmahera Utara.

Pada saat yang bersamaan, letusan Gunung Dukono menyemburkan abu vulkanik yang juga mengarah ke tenggara. Sebaran abu tersebut menyelimuti sebagian wilayah Kabupaten Halmahera Utara hingga meluas ke kawasan Perairan Barat Daya Pulau Morotai.

Aktivitas Gunung Lewotolo dan Gunung Semeru

Selain di Maluku Utara, satelit BMKG juga merekam aktivitas sebaran abu vulkanik dari dua gunung berapi lainnya di Indonesia pada Senin pagi. Di Nusa Tenggara Timur (NTT), abu vulkanik Gunung Lewotolo bergerak ke arah barat dan memengaruhi sebagian kawasan Kabupaten Lembata.

Sementara itu, untuk wilayah Jawa Timur, sebaran debu dari Gunung Semeru terpantau mengarah ke timur dan mencakup sebagian wilayah Kabupaten Lumajang.

Kondisi Cuaca dan Imbauan Resiko BMKG

Terkait kondisi cuaca di sekitar kawasan gunung berapi yang dipantau, prakiraan BMKG menunjukkan kondisi umumnya berkabut hingga berawan tebal. Kondisi ini berpotensi memengaruhi serta mengurangi jarak pandang.

Menyikapi fenomena ini, BMKG mengimbau masyarakat yang berada di sekitar kawasan gunung berapi maupun area terdampak untuk tetap tenang, tidak panik, namun selalu meningkatkan kewaspadaan. Warga disarankan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan atau mengenakan masker apabila harus bepergian di area yang terpapar debu. BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk selalu memantau informasi resmi dari BMKG, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)/Badan Geologi, serta pemerintah daerah setempat.