Harga Bitcoin turun satu persen ke level USD80.794 pada Minggu, 20 September 2026. Penurunan ini melepas sebagian keuntungan akhir pekan Bitcoin saat pasar mata uang kripto secara keseluruhan terkoreksi, meskipun minat dan permintaan institusional kembali menguat melalui ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat.
Mengutip data Investing pada Senin, 21 September 2026, Bitcoin diperdagangkan menyusut USD818 dari sesi sebelumnya. Meskipun begitu, aset kripto utama ini masih bertahan di atas level psikologis USD80.000 setelah sempat pulih dari posisi terendah USD76.400 sepanjang pekan.
Arus Masuk Dana Institusional dan ETF
Di tengah koreksi harga, pasar produk investasi kripto mencatatkan performa positif pada akhir pekan lalu:
- ETF Bitcoin Spot: Mencatat total net inflow sebesar USD433,03 juta pada Jumat (18/09). Aliran dana terbesar dipimpin oleh Fidelity (FBTC) senilai USD310,72 juta dan BlackRock (IBIT) sebesar USD108,44 juta.
- Aset Digital Lain: ETF Ether menyerap dana masuk bersih USD143,80 juta, dana investasi Solana menarik USD47,62 juta, dan produk berbasis Zcash menambah USD37,67 juta.
- Total Volume & Aset: Total nilai perdagangan ETF mencapai USD4,67 miliar, yang mendorong peningkatan aset bersih gabungan menjadi USD102,53 miliar.
Pasar Kripto Alami Pergerakan Lesu
Koreksi harga tidak hanya dialami Bitcoin, tetapi juga meluas ke jajaran aset kripto terkemuka lainnya:
- Ether (ETH): Turun 1,86 persen menjadi USD2.580,17.
- XRP: Turun 3,36 persen menjadi USD1,3798.
- Solana (SOL): Melemah 2,69 persen menjadi USD108,92.
- BNB: Turun tipis 1,92 persen ke level USD748,94.
- Cardano (ADA): Menyusut 1,47 persen menjadi USD0,2212.
Faktor Makroekonomi dan Perkembangan Regulasi
Tingginya imbal hasil obligasi pemerintah, ancaman inflasi, serta dinamika geopolitik seperti ketegangan perang Iran menjadi pendorong utama volatilitas pasar. Tokoh finansial Robert Kiyosaki kembali menyuarakan preferensinya terhadap Bitcoin, emas, dan perak di tengah lonjakan utang global.
Di sisi regulasi, Senat AS gagal meloloskan RUU CLARITY Act pada 15 September, menyebabkan kepastian hukum industri kripto masih tertunda. Kendati demikian, Executive Chairman MicroStrategy, Michael Saylor, menilai industri kripto tetap dapat tumbuh secara optimal memanfaatkan jalur regulasi yang ada, khususnya melalui pengembangan kustodian bank, kredit digital, serta adopsi stablecoin.
