Harga Emas Antam Melemah Rp20 Ribu, Buyback Ikut Terkoreksi Rp43 Ribu

Harga Emas Antam Melemah Rp20 Ribu, Buyback Ikut Terkoreksi Rp43 Ribu

Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam kembali mengalami penurunan pada perdagangan Selasa (14/7/2026). Pelemahan ini melanjutkan tren penurunan setelah sehari sebelumnya harga logam mulia juga terkoreksi.

Berdasarkan informasi dari Butik Emas Antam, harga emas Antam hari ini turun Rp20.000 menjadi Rp2,615 juta per gram dari posisi sebelumnya.

Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam mengalami penurunan yang lebih dalam. Pada hari ini, harga buyback turun Rp43.000 menjadi Rp2,352 juta per gram.

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini

Berikut rincian harga emas Antam berdasarkan pecahan pada Selasa, 14 Juli 2026:

  • Emas 0,5 gram: Rp1.357.500
  • Emas 1 gram: Rp2.615.000
  • Emas 2 gram: Rp5.170.000
  • Emas 3 gram: Rp7.730.000
  • Emas 5 gram: Rp12.850.000
  • Emas 10 gram: Rp25.645.000
  • Emas 25 gram: Rp63.987.000
  • Emas 50 gram: Rp127.895.000
  • Emas 100 gram: Rp255.712.000
  • Emas 250 gram: Rp639.015.000
  • Emas 500 gram: Rp1.277.000.000
  • Emas 1.000 gram: Rp2.555.000.000

Ketentuan Pajak Transaksi Emas Antam

Transaksi jual beli emas Antam tetap mengacu pada ketentuan perpajakan yang berlaku sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017.

Untuk transaksi penjualan kembali (buyback) emas batangan dengan nilai di atas Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar:

  • 1,5 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).
  • 3 persen bagi penjual yang tidak memiliki NPWP.

Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai buyback yang diterima penjual.

Sementara itu, untuk pembelian emas batangan, dikenakan PPh Pasal 22 sebesar:

  • 0,45 persen bagi pembeli yang memiliki NPWP.
  • 0,9 persen bagi pembeli yang tidak memiliki NPWP.

Setiap transaksi pembelian emas batangan akan disertai bukti pemotongan PPh 22 sesuai ketentuan yang berlaku.

Penurunan harga emas Antam hari ini menjadi perhatian pelaku pasar di tengah dinamika harga emas global yang masih dipengaruhi ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), pergerakan dolar AS, serta perkembangan ketegangan geopolitik dunia.