Tanjungpinang – PT Jasa Raharja Cabang Tanjung dan Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas 1 Tanjungpinang menggelar kegiatan sosialisasi dan pelatihan Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD) dan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi karyawan-karyawati PT Bintan Harbour Energy-Bintan pada hari Selasa, 8 September 2026.
Kegiatan dibuka melalui pengantar oleh Penanggung Jawab Bidang Pelayanan Tanjungpinang Cynthia Dian Larasati, melalui penyampaian tugas dan fungsi Jasa Raharja dan peran dalam pencegahan kecelakaan.
“Tugas utama Jasa Raharja adalah menyalurkan santunan dan menghimpun dana dari masyarakat, tetapi juga ada tugas tambahan kami dalam rangka edukasi dan upaya pencegahan kecelakaan, beberapa programnya ada sosialisasi, safety riding, dan juga pelatihan PPGD ini,” jelas Laras.
Dalam pengantar yang disampaikan, dijelaskan juga data penyerahan santunan oleh Jasa Raharja dengan peningkatan nominal santunan sd Agustus 2026. Dari 10 besar titik rawan laka di tahun 2026, PT Bintan Harbour Energy yang terletak di Kecamatan Gujung Kijang dimana kecamatan tersebut merupakan peringkat keempat titik rawan laka yang ada di Bintan. Hal tersebut juga merupakan salah satu alasan Jasa Raharja mengadakan sosialisasi di PT tersebut.
Upaya ini juga selaras dengan peran Jasa Raharja dan Kemenkes, dalam hal ini Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Tanjungpinang, sebagai pilar kelima keselamatan lalu lintas. Rekan-rekan mitra driver dipilih karena kegiatan sehari-hari yang berada di jalan sehingga kemungkinan menemui kasus serupa sangat besar dan penanganan yang tepat dan akurat diperlukan.
dr. Atikah, sebagai narasumber dari BKK Kelas I Tanjungpinang menjelaskan pokok penanganan apabila korban mengalami henti nafas dan/atau henti denyut nadi.
“Kalau dirasakan korban henti nafas ataupun henti nadi, perlu pemberian Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau pompa pada dada. 4-6 menit tanpa oksigen bisa menyebabkan kerusakan di otak, kita sebisa mungkin bantu sampai dengan tenaga medis datang,” jelas dr. Atikah.
Selain membekali pegawai dengan keterampilan gawat darurat, kesempatan ini dimanfaatkan Jasa Raharja untuk berdialog dan tanya jawab seputar Jasa Raharja, seperti keterjaminan korban kecelakaan dan proses administrasi pengurusan santunan.
