Bontang – Dalam rangka mendukung terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas, Jasa Raharja Cabang Samarinda Perwakilan Bontang bersama stakeholder terkait mengikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka Operasi Patuh Mahakam 2026. Senin 26/10/2026.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antarinstansi dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas serta menekan angka kecelakaan di wilayah Bontang dan sekitarnya. Melalui koordinasi lintas sektoral, setiap pihak diharapkan dapat menyelaraskan langkah dan strategi, baik melalui penegakan hukum, edukasi keselamatan berkendara, maupun upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas..
Kakanwil PT Jasa Raharja Kalimantan Timur, M. Erwin Setia Negara, SE., M.I.Kom., melalui Kepala Cabang Samarinda Patria Adiwibawa menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektoral merupakan langkah penting dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas di tengah masyarakat.
“Keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab kita bersama. Melalui sinergi antara Jasa Raharja, kepolisian, dan seluruh stakeholder terkait, kami berharap upaya pencegahan kecelakaan dapat semakin optimal. Kami juga mengajak masyarakat untuk selalu disiplin, mematuhi peraturan lalu lintas, dan mengutamakan keselamatan dalam setiap perjalanan,” ujarnya.
Keterlibatan Jasa Raharja dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung upaya peningkatan keselamatan berlalu lintas. Tidak hanya berperan dalam memberikan perlindungan dasar kepada korban kecelakaan lalu lintas, Jasa Raharja juga terus mendorong langkah-langkah preventif melalui kolaborasi bersama kepolisian dan instansi terkait guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berkendara secara aman dan bertanggung jawab.
Melalui pelaksanaan Operasi Patuh Mahakam 2026, diharapkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta menghindari perilaku berkendara yang berisiko semakin meningkat. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu menciptakan budaya tertib berlalu lintas sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan di jalan raya.
