Pelatih Timnas Indonesia U-17 Ungkap Kesedihan atas Insiden di EPA U-20

Pelatih Timnas Indonesia U-17 Ungkap Kesedihan atas Insiden di EPA U-20

Pelatih timnas U-17 Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto mengaku prihatin atas insiden kericuhan yang terjadi dalam ajang Elite Pro Academy U-20 saat laga antara Dewa United Banten FC melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 di Stadion Citarum, Semarang.

Kericuhan tersebut terjadi di penghujung pertandingan dan menjadi sorotan luas, salah satunya akibat aksi tendangan keras yang dilakukan pemain Bhayangkara sekaligus penggawa timnas U-20, Fadly Alberto Hengga terhadap pemain Dewa United, Rakha Nurkholis.

Kurniawan menilai insiden tersebut sangat disayangkan, terlebih terjadi di level usia muda yang seharusnya menjunjung tinggi nilai sportivitas.

“Cukup sedih melihat kejadian itu. Terlepas pemain tim nasional atau bukan, di kelompok usia muda hal seperti itu tidak boleh terjadi,” ujarnya saat ditemui di Lapangan A Gelora Bung Karno, Jakarta.

Cederai nilai fair play dan masa depan pemain

Menurut Kurniawan, tindakan tidak sportif seperti itu dapat mencederai prinsip fair play serta berpotensi berdampak pada masa depan karier pemain yang masih panjang.

Ia menegaskan pentingnya pembinaan karakter sejak dini, tidak hanya dari sisi teknik bermain, tetapi juga sikap dan etika di dalam maupun luar lapangan.

Diselesaikan secara damai

Kasus tersebut akhirnya diselesaikan secara damai setelah kedua klub melakukan mediasi pada Rabu (22/4/2026). Pihak Bhayangkara FC diketahui mendatangi markas Dewa United untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

Direktur Akademi Dewa United, Firman Utina, memastikan bahwa kasus ini tidak akan dilanjutkan ke jalur hukum.

Tekankan disiplin dan adab di timnas U-17

Sebagai langkah pencegahan, Kurniawan menegaskan pihaknya menerapkan aturan ketat kepada para pemain timnas U-17, khususnya terkait disiplin, sikap, dan adab.

Ia menekankan pentingnya rasa hormat antar pemain, ofisial, serta lingkungan sekitar sebagai bagian dari pembentukan karakter atlet muda.

“Yang paling penting adalah adab. Bagaimana mereka saling menghormati, baik kepada sesama pemain maupun orang-orang di sekitar,” kata Kurniawan.