Sleman – PT Jasa Raharja Kantor Wilayah D.I. Yogyakarta terus memperkuat upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas melalui pendekatan edukasi kepada masyarakat. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, PT Jasa Raharja menyelenggarakan kegiatan Intensifikasi Keselamatan Transportasi Berbasis Domisili yang menyasar aparatur pemerintah dan Karang Taruna di Kapanewon Gamping pada Senin, 20 Juli 2026, bertempat di Kantor Kapanewon Gamping. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran serta mendorong peran aktif masyarakat dalam mewujudkan budaya tertib berlalu lintas guna menekan angka kecelakaan lalu lintas di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja D.I. Yogyakarta Regy S. Wijaya, Kepala Bagian Operasional Eko Mulyanto, Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda D.I. Yogyakarta AKBP B. Widya Mustikaningrum, S.Sos., Panewu Anom Kapanewon Gamping Kurnia Astuti, Kapolsek Gamping AKP Bowo Susilo, Kapten Bambang Subiantoro, serta aparatur desa dan anggota Karang Taruna se-Kapanewon Gamping. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi wujud nyata sinergi lintas sektor dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai kondisi kecelakaan lalu lintas di wilayah D.I. Yogyakarta, faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya kecelakaan, serta berbagai langkah pencegahan melalui perubahan perilaku berkendara dengan pendekatan socio engineering. Selain itu, PT Jasa Raharja juga menyampaikan tugas dan fungsinya sebagai penyelenggara perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas, sehingga masyarakat semakin memahami pentingnya keselamatan berkendara sekaligus manfaat perlindungan yang diberikan negara.
Melalui kegiatan intensifikasi keselamatan transportasi berbasis domisili ini, PT Jasa Raharja berharap aparatur pemerintah dan Karang Taruna dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya disiplin berlalu lintas. Sinergi antara pemerintah, kepolisian, TNI, Jasa Raharja, dan elemen masyarakat diharapkan mampu menciptakan budaya berkendara yang aman, tertib, dan berkeselamatan sehingga angka kecelakaan lalu lintas serta tingkat fatalitas korban di Daerah Istimewa Yogyakarta dapat terus ditekan.
Regy S. Wijaya selaku Kepala Kantor Wilayah PT Jasa Raharja D.I. Yogyakarta menyampaikan bahwa kegiatan Intensifikasi Keselamatan Transportasi Berbasis Domisili merupakan salah satu bentuk komitmen Jasa Raharja dalam mengedepankan upaya pencegahan kecelakaan lalu lintas melalui edukasi kepada masyarakat. Menurutnya, keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, hingga masyarakat. Oleh karena itu, aparatur pemerintah dan Karang Taruna memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di lingkungan masing-masing.
Lebih lanjut, Regy menjelaskan bahwa pendekatan berbasis domisili dipilih karena mampu menjangkau masyarakat secara lebih dekat dan efektif melalui tokoh-tokoh yang memiliki pengaruh di wilayahnya. Dalam kegiatan ini, peserta dibekali pemahaman mengenai kondisi kecelakaan lalu lintas di D.I. Yogyakarta, faktor-faktor penyebab kecelakaan, penerapan socio engineering sebagai strategi perubahan perilaku berkendara, serta tugas dan fungsi PT Jasa Raharja sebagai penyelenggara perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas. Diharapkan materi yang disampaikan dapat diteruskan kepada masyarakat sehingga manfaat edukasi semakin luas.
Regy berharap kolaborasi yang telah terjalin antara PT Jasa Raharja, Polda D.I. Yogyakarta, pemerintah kapanewon, TNI, serta seluruh unsur masyarakat dapat terus diperkuat secara berkelanjutan. Melalui sinergi yang solid dan peningkatan kesadaran kolektif terhadap pentingnya keselamatan berlalu lintas, diharapkan mampu menekan angka kecelakaan dan fatalitas korban, sekaligus mewujudkan ekosistem transportasi yang lebih aman, tertib, dan berkeselamatan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
