Harga emas dunia melonjak tajam pada perdagangan Rabu waktu setempat atau Kamis WIB, 7 Mei 2026, seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap potensi tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Kondisi tersebut turut menekan harga minyak dan dolar AS, sehingga meningkatkan daya tarik investasi pada logam mulia.
Mengutip data Investing.com, harga emas spot sebagai acuan harga emas dunia naik tiga persen menjadi USD4.694,40 per troy ons atau setara 31,10 gram.
Sementara itu, harga emas berjangka yang menjadi patokan kontrak jual beli emas global juga mengalami kenaikan sebesar tiga persen ke level USD4.705,50 per troy ons.
Sentimen positif pasar dipicu laporan Axios yang menyebut Gedung Putih dan Iran hampir mencapai kesepakatan terkait nota kesepahaman satu halaman untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung. Dokumen tersebut disebut akan menjadi kerangka awal untuk negosiasi nuklir yang lebih rinci.
Dalam laporan itu disebutkan, Washington memperkirakan Teheran akan memberikan tanggapan terhadap sejumlah poin utama dalam waktu 48 jam ke depan.
Kesepakatan potensial tersebut mencakup komitmen Iran untuk menghentikan sementara pengayaan nuklir. Sebagai imbalannya, AS dikabarkan akan mencabut sanksi ekonomi dan membuka akses terhadap miliaran dolar dana Iran yang selama ini dibekukan.
Selain itu, pembatasan di Selat Hormuz juga direncanakan dicabut agar jalur pelayaran strategis tersebut kembali dapat digunakan untuk aktivitas perdagangan global.
Laporan serupa juga disampaikan Wall Street Journal yang menyebut proposal tersebut berisi 14 poin dan memberikan waktu satu bulan untuk pembicaraan lanjutan guna mengakhiri perang.
Di tengah perkembangan tersebut, harga minyak dunia mengalami tekanan. Harga minyak mentah Brent sempat turun di bawah USD100 per barel, meskipun masih berada di atas level sebelum konflik pecah.
Sementara itu, dolar AS turut melemah karena berkurangnya permintaan terhadap aset safe haven. Selama konflik Iran berlangsung, dolar AS sebelumnya menjadi salah satu instrumen yang banyak diburu investor karena dinilai lebih aman terhadap gejolak energi global.
