Rp11 Triliun Disiapkan Pemerintah untuk Pembukaan Rekening Massal

Rp11 Triliun Disiapkan Pemerintah untuk Pembukaan Rekening Massal

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah menyiapkan dana sekitar Rp11 triliun untuk mendukung rencana pembukaan rekening bank secara massal bagi masyarakat.

Dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan ditujukan kepada lebih dari 200 juta masyarakat. Setiap rekening akan memperoleh dana pembukaan sekitar Rp50 ribu.

“Dari APBN. Totalnya kalau 200 juta penduduk kan berarti kira-kira 600 juta (dolar AS) atau sekitar Rp11 triliun lah,” ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Airlangga belum memastikan apakah anggaran tersebut sepenuhnya berasal dari APBN 2026 atau akan dialokasikan melalui APBN 2027. Pemerintah masih membahas anggaran dan mekanisme pelaksanaannya bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pembukaan rekening akan dilakukan secara bertahap dan diharapkan mulai berjalan sebelum akhir 2026. Pemerintah saat ini mempertimbangkan pembukaan rekening massal melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan setiap warga negara memiliki rekening bank. Mekanismenya akan disinkronkan dengan data kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri guna memperkuat inklusi dan literasi keuangan.