Dolar Amerika Serikat Naik di Tengah Peluang Pengetatan Suku Bunga

Dolar Amerika Serikat Naik di Tengah Peluang Pengetatan Suku Bunga

Dolar Amerika Serikat (AS) kembali menguat pada perdagangan Kamis, 14 Mei 2026, seiring meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada akhir tahun ini.

Mengutip data dari Investing.com, Jumat, 15 Mei 2026, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama dunia naik 0,3 persen ke level 98,82.

Penjualan Ritel dan Inflasi Jadi Sorotan

Fokus pasar pada Kamis tertuju pada data penjualan ritel AS periode April. Berdasarkan laporan Biro Sensus AS, penjualan ritel meningkat 0,5 persen secara bulanan atau month to month (mtm), sesuai ekspektasi pasar meskipun melambat dibanding kenaikan 1,6 persen pada Maret.

Ekonom senior Interactive Brokers José Torres menilai konsumen AS masih cukup kuat menghadapi kenaikan harga energi.

“Penjualan ritel April meningkat untuk bulan ketiga berturut-turut, mencerminkan konsumen yang kuat yang tidak mengalami kesulitan dalam mengelola kenaikan biaya,” ujar Torres.

Namun, kepala ekonom RSM US Joseph Brusuelas mengingatkan bahwa kenaikan nominal tersebut perlu disesuaikan dengan inflasi yang masih tinggi.

Menurutnya, setelah disesuaikan dengan inflasi, pertumbuhan konsumsi justru menunjukkan perlambatan.

Ekspektasi Suku Bunga The Fed Meningkat

Pasar juga terus mencermati data inflasi AS yang sebelumnya menunjukkan kenaikan indeks harga konsumen (CPI) dan indeks harga produsen (PPI).

Lonjakan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah dinilai memberikan tekanan tambahan terhadap inflasi AS. Kondisi ini membuat peluang penurunan suku bunga The Fed semakin kecil berdasarkan indikator CME FedWatch.

Suku bunga yang lebih tinggi umumnya mendukung penguatan dolar AS karena meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar.

Kunjungan Trump ke Tiongkok Jadi Perhatian Pasar

Selain faktor ekonomi, perhatian pasar global juga tertuju pada kunjungan Presiden Donald Trump ke Tiongkok untuk bertemu Presiden Xi Jinping.

Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari perdagangan, kecerdasan buatan (AI), Taiwan, hingga konflik Iran dan Selat Hormuz.

Trump menyebut Xi Jinping menyatakan kesiapan membantu mendorong penyelesaian konflik Iran demi membuka kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia.

Nvidia dan Boeing Jadi Sorotan

Sentimen pasar juga membaik setelah muncul laporan bahwa AS memberikan izin kepada sejumlah perusahaan Tiongkok untuk membeli chip AI Nvidia H200.

CEO Nvidia Jensen Huang diketahui ikut mendampingi Trump dalam kunjungan tersebut.

Selain itu, Boeing turut mendapat sentimen positif setelah Trump menyebut Tiongkok sepakat membeli 200 pesawat Boeing.

Euro, Poundsterling, dan Yen Melemah

Di pasar mata uang global lainnya:

  • Poundsterling melemah 0,9 persen menjadi USD1,3399
  • Euro turun 0,4 persen menjadi USD1,1670
  • Yen Jepang melemah dengan USD/JPY naik 0,3 persen ke level 158,38

Pelemahan mata uang utama tersebut semakin memperkuat posisi dolar AS di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.