Emas Kembali Bangkit, Peluang Investasi Mulai Terbuka

Emas Kembali Bangkit, Peluang Investasi Mulai Terbuka

Harga emas dunia pada perdagangan Senin (27/4/2026) diperkirakan berpeluang menguat setelah sempat mengalami penurunan tajam di awal sesi. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, melihat adanya sinyal awal pembalikan arah yang dapat mendorong kenaikan harga dalam jangka pendek.

Subjudul: Sinyal teknikal menunjukkan potensi rebound
Pada pembukaan perdagangan pagi, harga emas mengalami gap down yang cukup dalam hingga menyentuh area support terdekat. Namun, tekanan jual mulai mereda setelah mencapai level tersebut dan harga tidak melanjutkan penurunan.

Geraldo menjelaskan bahwa harga mulai menunjukkan stabilisasi dengan membentuk titik terendah baru atau swing low di area support. Kondisi ini menandakan pasar mulai menemukan keseimbangan setelah sebelumnya didominasi aksi jual.

Selain itu, indikator teknikal memperlihatkan adanya bullish divergence, yakni kondisi ketika harga masih bergerak turun tetapi indikator justru mulai naik. Sinyal ini umumnya menjadi tanda awal pelemahan tren penurunan dan potensi pembalikan arah.

Subjudul: Target resistance di kisaran 4.733–4.767
Berdasarkan analisis tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas berpeluang naik menuju level resistance terdekat di kisaran 4.733. Jika momentum berlanjut, harga berpotensi menguat hingga 4.767.

Meski demikian, Geraldo mengingatkan bahwa kenaikan pasca-penurunan tajam biasanya tidak berlangsung mulus. Pelaku pasar perlu mencermati pergerakan harga di area resistance untuk memastikan kekuatan tren.

Subjudul: Faktor fundamental dorong penguatan
Dari sisi fundamental, potensi kenaikan harga emas didukung oleh pelemahan sementara dolar AS. Kondisi ini membuat emas menjadi lebih menarik bagi investor global.

Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat turut meningkatkan daya tarik emas sebagai instrumen investasi. Ketika yield menurun, selisih keuntungan antara emas dan aset berbunga menjadi lebih kecil sehingga minat terhadap emas meningkat.

Permintaan terhadap aset safe haven juga meningkat di tengah ketidakpastian pasar global, yang turut menopang harga emas.

Subjudul: Risiko tetap perlu diwaspadai
Meski prospek kenaikan terbuka, pelaku pasar tetap perlu berhati-hati terhadap sejumlah risiko. Kebijakan suku bunga dari Federal Reserve yang masih cenderung tinggi dapat menahan laju kenaikan emas.

Jika dolar AS kembali menguat atau imbal hasil obligasi meningkat, harga emas berpotensi kembali tertekan.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures menilai harga emas memiliki peluang rebound selama mampu bertahan di atas area support. Peluang kenaikan menuju kisaran 4.733 hingga 4.767 masih terbuka, namun keputusan investasi tetap perlu dilakukan secara cermat di tengah kondisi pasar yang fluktuatif.