Menbud Tegaskan Komitmen Perkuat Ekosistem Seni Sastra

Menbud Tegaskan Komitmen Perkuat Ekosistem Seni Sastra

Fadli Zon mendukung penyelenggaraan Gelar Seni Budaya Indonesia MORSA (Musik Tradisional, Orkestra dan Sastra) sebagai upaya memperkuat ekosistem seni pertunjukan dan sastra di Indonesia.

Menteri Kebudayaan tersebut menyampaikan dukungannya saat menerima audiensi sejumlah budayawan yang tergabung dalam tim MORSA di Kantor Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Senayan, Jakarta.

Menurut Fadli, kegiatan berbasis komunitas seperti MORSA dapat memicu efek domino positif bagi ekonomi kreatif sekaligus pemberdayaan budaya lokal.

“Ekosistem sastra tentu memerlukan kolaborasi semua pihak. Harus ada sinergi dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kebudayaan, bekerja sama dengan perguruan tinggi untuk mengembangkan kesadaran bersama,” ujar Fadli, dikutip dari Antara, Selasa 26 Mei 2026.

Pemajuan Sastra Butuh Kolaborasi Banyak Pihak

Fadli menegaskan bahwa pengembangan sastra nasional bukan hanya tanggung jawab pemerintah maupun budayawan semata.

Menurut politikus Partai Gerindra itu, perguruan tinggi dan komunitas budaya juga memiliki peran penting dalam membangun kesadaran budaya serta menciptakan karya sastra berkualitas.

Pemerintah, lanjut Fadli, berperan dalam dukungan dan fasilitasi, sementara perguruan tinggi bertugas memperkuat edukasi kebudayaan.

Di sisi lain, pelaku budaya menjadi ujung tombak dalam melahirkan karya sastra dan seni pertunjukan yang inovatif.

MORSA Dinilai Sejalan dengan Program Kementerian Kebudayaan

Fadli menyebut agenda MORSA sejalan dengan visi Kementerian Kebudayaan dalam memajukan sastra melalui program Manajemen Talenta Nasional (MTN).

“Kita memang harus membangun segmen, misalnya bagaimana ada apresiasi terhadap karya-karya seni yang dapat memunculkan kerja sama dengan pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mendorong para seniman dan pelaku budaya memanfaatkan dana abadi kebudayaan atau Dana Indonesia Raya untuk menghasilkan karya sastra yang kreatif dan inovatif.

MORSA Jadi Wadah Regenerasi Sastra

Budayawan Bambang Oeban mengatakan MORSA digagas sebagai upaya meneruskan estafet sastra dari para maestro kepada generasi muda.

Menurutnya, sastra saat ini dapat dikembangkan menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat modern melalui pendekatan kreatif dan multimedia.

“MORSA menjadi perwujudan bahwa sastra dapat dikemas dan dikembangkan menjadi kebutuhan masa kini, sehingga ada sentuhan teatrikal, monolog, dramaturgi, dan kreativitas multimedia,” kata Bambang.

Sejumlah Budayawan dan Akademisi Hadiri Audiensi

Audiensi tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh budaya dan akademisi Indonesia, di antaranya:

  • Sutardji Calzoum Bachri
  • Jose Rizal Manua
  • Joko Pranoto
  • Baiquni
  • Yudiaryani

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat regenerasi sastra sekaligus memperluas apresiasi masyarakat terhadap seni budaya Indonesia.