Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo memastikan pembangunan Sekolah Rakyat dan program penuntasan kawasan kemiskinan ekstrem di Provinsi Kalimantan Barat berjalan sesuai target pemerintah pusat dan ditargetkan rampung pada Juli 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Dody saat melakukan peninjauan langsung ke dua lokasi strategis pembangunan, yakni di Jalan Sagatani, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang dan Kelurahan Batulayang, Kecamatan Pontianak Utara, Kota Pontianak.
“Saya hanya memastikan apa yang kurang, apa yang belum. Laporan yang saya terima itu bukan PHP (Pemberi Harapan Palsu) lagi, tapi saya bisa cek di lapangan dan itu yang memang harus terdeliver,” ujar Dody Hanggodo yang dikutip Headline News pada Jumat, 29 Mei 2026.
Program Sekolah Rakyat menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menekan angka kemiskinan ekstrem di Kalimantan Barat. Pemerintah berharap peningkatan akses dan fasilitas pendidikan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat setelah proyek pembangunan selesai.
Meski optimistis target penyelesaian dapat tercapai, Dody mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam proses pembangunan. Beberapa titik proyek disebut masih berada di zona merah akibat keterbatasan pendanaan dan kekurangan tenaga kerja di lapangan.
Untuk mengatasi hambatan tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum terus melakukan percepatan pembangunan melalui koordinasi lintas pihak agar target penyelesaian pada Juli 2026 tetap tercapai.
“Kita lagi kejar supaya Juni selesai. Mudah-mudahan dengan support Pak Panglima, Pak Kasad, tambahan dari mereka, kemudian support dari Danantara untuk pendanaan, mudah-mudahan selesai ya Juli,” tambah Dody.
Pemerintah berharap setelah proyek rampung, fasilitas pendidikan tersebut dapat segera dimanfaatkan masyarakat guna menciptakan sumber daya manusia yang lebih berkualitas sekaligus mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem di Kalimantan Barat.
