Semarang – Tim Pembina Samsat Provinsi Jawa Tengah yang terdiri atas Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah Muhamad Masrofi, S.Sos., M.Si. dan Kepala Kantor Wilayah Utama PT Jasa Raharja Jawa Tengah Triadi, S.H., M.H., QCRO. melaksanakan Roadshow Tingkat Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor di Kabupaten Semarang, Jumat (24/7). Kegiatan tersebut diterima langsung oleh Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha, S.H., M.H. beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Semarang.
Roadshow ini merupakan bagian dari upaya Tim Pembina Samsat Provinsi Jawa Tengah dalam memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota guna meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), sekaligus mengoptimalkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dalam paparannya, Muhamad Masrofi, S.Sos., M.Si. menyampaikan bahwa tingkat kepatuhan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor di Jawa Tengah pada tahun 2026 mengalami penurunan dibandingkan tahun 2025. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kelengkapan administrasi kendaraan bermotor, serta adanya persepsi negatif mengenai pemanfaatan dana pajak.
“Kegiatan roadshow ini bertujuan memberikan pemahaman kepada pemerintah daerah dan masyarakat mengenai manfaat pembayaran pajak kendaraan bermotor. Melalui mekanisme opsen PKB, sebagian penerimaan pajak dikembalikan kepada pemerintah kabupaten/kota untuk mendukung pembangunan daerah, pembiayaan sektor kesehatan, pendidikan, serta berbagai program pelayanan publik lainnya,” ujar Muhamad Masrofi.
Ia juga menjelaskan bahwa Tim Pembina Samsat Jawa Tengah terus mengembangkan Aplikasi Sengkuyung Mobile sebagai sarana pendataan kendaraan bermotor hingga tingkat kecamatan, desa, RT, dan RW. Melalui aplikasi tersebut diharapkan diperoleh data kepemilikan kendaraan yang lebih akurat sehingga dapat menjadi dasar penyusunan strategi peningkatan kepatuhan wajib pajak.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Utama PT Jasa Raharja Jawa Tengah Triadi, S.H., M.H., QCRO. menyampaikan bahwa tingkat kepatuhan pembayaran PKB dan SWDKLLJ di Kabupaten Semarang selama periode 2026 juga mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Triadi menjelaskan bahwa pembayaran Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) yang dilakukan bersamaan dengan pembayaran PKB merupakan sumber dana perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas yang dikelola oleh PT Jasa Raharja.
“Semakin tinggi tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar PKB dan SWDKLLJ, semakin besar pula dukungan terhadap keberlangsungan program perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.
Untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat, lanjut Triadi, Tim Pembina Samsat Jawa Tengah terus memperluas kanal pembayaran tidak hanya melalui kantor Samsat induk, tetapi juga melalui layanan Samsat Budiman yang bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sehingga masyarakat dapat membayar pajak kendaraan lebih mudah, cepat, dan dekat dengan tempat tinggal.
Sementara itu, Bupati Semarang H. Ngesti Nugraha, S.H., M.H. menyambut baik pelaksanaan Roadshow Tingkat Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor di Kabupaten Semarang. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Semarang, Kepolisian, PT Jasa Raharja, serta seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap kewajiban pembayaran pajak kendaraan bermotor.
Ia menyatakan dukungannya terhadap berbagai inovasi yang dikembangkan Tim Pembina Samsat Jawa Tengah, termasuk implementasi Aplikasi Sengkuyung Mobile dan perluasan kanal pembayaran melalui Samsat Budiman, sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, validitas data kendaraan bermotor, serta optimalisasi penerimaan daerah yang pada akhirnya akan memberikan manfaat bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Semarang.
